3 Oktober 2018 6:01 pm

Dari Ukuran Payudara Hingga Masalah Posisi Saat Menyusui, Inilah 15 Fakta dan Mitos Seputar ASI Ibu Menyusui

Dari Ukuran Payudara Hingga Masalah Posisi Saat Menyusui, Inilah 15 Fakta dan Mitos Seputar ASI Ibu Menyusui
Ada banyak sekali seputar mitos maupun fakta yang berkembang dikalangan masyarakat seputar ASI dan aktifitas menyusui. Terkadang, ini menyulitkan para ibu untuk membedakan dan menentukan mana yang berupa mitos dan mana yang merupakan fakta. Berikut akan kita jabarkan 15 fakta dan mitos seputar ASI dan ibu menyusui yang di kutip dari World Vision Indonesia.

1. Menyusui akan menyebabkan payudara tidak lagi kencang alias kendur, sedangkan faktanya adalah kekenduran dari payudara bukanlah masalah menyusui. Namun, dikarenakan faktor hormon, kehamilan dan usia.

2. Mitos menyatakan bahwasanya payudara berukuran besar akan menghasilkan lebih banyak ASI. Sedangkan faktanya banyak atau tidaknya ASI tidak bergantung pada ukuran dari payudara.

3. Ibu yang memiliki puting payudara kecil dan terbenanm tidak bisa menyusui nakannya kelak. Namun, puting payudara bukan ukuran bisa atau tidak nya menyusui bayi. Namun, memang ukuran puting yang sedikit besar dan menonjol akan lebih memudahkan bayi dalam menyusui.

4. ASI pertama atau yang dikenal dengan istilah medis kolostrum harus dibuang dan berbahaya bagi bayi. Sedangkan faktanya ASI pertama tersebut adalah jenis ASI yang mengandung protein dan zat untuk menambah kekebalan tubuh bayi.

5. ASI ekslusif hanya bisa dilakukan dan diberikan oleh ibu yang bisa seharian dirumah. Sedangkan nyatanya sekarang sudah banyak cara dan alat bantu bagi ibu yang bekerja untuk tetap memberikan bayiny ASI esklusif.

6. Bayi yang berumur kurang dari 6 bulan kebutuhan nutrisinya tidak akan tercukupi jika hanya diberikan ASI. Padahal faktanya menyatakan ASI adalah salah satu kebutuhan yang diperlukan bayi hingga berumur 6 bulan.

7. Jik bayi terkena diare walaupun masih berumur kurang dari 6 bulan bisa diobati dengan pemberian pisang. Namun, pisang nyatanya merupakan jenis amkanan padat yang jelas-jelas tidak bisa dicerna oleh usus bayi sebelum usianya melebihi 6 bulan.

8. Peranan dan tingkat gizi yang ada di dalamsusu formula bisa menggantikan peranan ASI. Faktanya adalah tidak ada makanan atau minuman yang bisa menggantikan ASI bagi kebutuhan bayi.

9. Bayi bisa menjadi lebih sehat jika diberikan susu formula. Namun, memberikan ASI hingga 6 bulan adalah cara terbaik agar bayi tumbuh sehat dan tercukupi kebutuhan nutrisinya.

10. Perkembangan otak bayi bisa lebih baik jika diberikan susu formula. Sedangkan menggunakan ASI selama 6 bulan akan membantu perkembangan otak lebih maksimal karena mengandung AA/DHA yang diperlukan otak bayi untuk berkembang.

11. Pemberian madu atau susu formula bisa dilakukan jika ASI belum bisa keluar. Namun, harus diketahui bahwasanya usus bayi sangat sensitif. Bahkan bisa mengakibatkan efek seperti diare yang berbahaya untuk para bayi.

12. Sebelum ASI bisa keluar maka bayi sebaiknya diberikan makanan atau minuman pengganti dan jauhkan dari sinar matahari. Padahal, jika bayi lebih sering terpapar sinar matahari pagi akan menjauhkan mereka dari resiko penyakit kuning. Bahkan tidka ada pengganti ASI yang dinyatakan sebagai produk “terbaik”.

13. Pemberian ASI pada bayi kurang jika sang bayi tidak pernah berhenti menangis. Padahal faktanya, ada banyak hal yang menyebabkan bayi menangis, lho!

14. Kandungan ASI ibu akan lebih banyak jika sang ibu lebih rutin untuk mengkonsumsi produk susu. Sayangnya, banyak atau tidaknya ASI ibu tidak bergantung pada produk susu. Ini bisa diatasi dengan membiasakan bayi untuk lebih sering menyusu dan akan memicu banyaknya produksi dari ASI ibu.

15. Bayi akan tertular oleh penyakit ibu jika menyusui. Padahal melalui ASI maka zat kekebalan tubuh bayi akan terbentuk dengan sendirinya.

Nah demikianlah 15 fakta dan mitos seputar ASI dan menyusui yang paling banyak beredar di kalangan maysarakat. Jangan sampai salah membedakannya lagi ya!
Blog Post Lainnya
@2017 MamaBunda.com